Call Us : 0822-1604-6700

Pentingnya Mentor Bisnis

Pada saat kita menonton bola enaknya lewat TV atau nonton langsung di Stadion ? , kemudian pada saat mendengarkan lagu Maher Zain , lebih enak mana mendengar lewat kaset atau Live konser ? . Ada sensasi tersendiri pada saat  kita melakukan sesuatu hal secara langsung, begitupun dalam pengetahuan bisnis, membaca lewat buku dengan kita mendengar langsung dari seorang mentor langsung tentu akan ada makna yang berbeda. Kebetulan dalam waktu 3 bulan ini kami dan pemilik seoacademy.co punya mentor atau guru dalam menjalankan sebuah roda bisnis, beliau adalah ketua IIBF Jawa barat Pak Riza Zacharias salah satu pengusaha sukses di Bandung , pemilik Sygma Examedia Arkanleema , beliau adalah  pengusaha di bidang percetakan Al Qur’an dan buku buku islami , beberapa produk beliau banyak yang jadi brand leader. Tentunya setelah banyak mendapatkan nasihat, kami mendapatkan pengalaman berbeda yang menuntun kami menuju perjalanan bisnis yang sebenarnya ,  walaupun sebenarnya materi materi yang dibawakan beliau ada yang sudah kami baca di buku , tapi makna yang di dapat bisa menyelusup ke dalam hati dan jiwa terdalam dibanding hanya sekedar kami membaca lewat buku.  Untuk jelasnya mari kita simak penjelasan Pak Heppy Trenggono mengenai hal ini , yang beliau bahas dalam bukunya yang berjudul 9 Pertanyaan Fundamental , berikut penjelasan beliau :

Pertama kali membangun bisnis, saya sangat yakin bisa sukses. Semua langkah dan keputusan saya ambil dengan penuh percaya diri. Semangat menggebu dan keuntungan besar menari – nari di depan mata. Hari berganti hari, tahun demi tahun , usaha saya tidak kunjung memperlihatkan hasil. Hasrat saya mulai luntur tapi saya tidak bisa mundur. Kan modal saya sudah banyak tertanam disitu. Saya harus sukses, saya tahu itu. Tapi bagaimana ?

Membangun bisnis adalah masalah keahlian. Kita memerlukan nasihat dari orang yang berpengalaman dan sanagat kita percaya. Kita perlu mentor dan dia haruslah orang yang sudah berhasil membangun kesuksesan. Belajar memang bisa dari siapa aja, tetapi meminta pendapat harus dari orang yang pengalaman. Orang yang hanya mengandalkan ilmu , tapi miskin pengalaman akan banyak memberikan saran yang berbahaya. Biasanya dia hanya pintar memompa optimism dan melupakan orang lain.

“Tujuanku bukan mengajarkan metode agar diikuti oleh setaiap orang yang ingin berpikir benar, tapi semata mata memperlihatkan  bagaimana aku mencoba menggunakan akalku.” –Rene Descartes-

Kini saatnya anda berhenti bekerja untuk orang lain ! anda tidak akan pernah kaya hanya dengan jadi karyawan. Jadilah bos untuk diri anda sendiri. Luar biasa ! Anda akan merasa sangat luar biasa ! . Pernahkah anda menghadiri kelas motivasi seperti itu ? saya banyak menemukan orang yang gegabah meninggalkan pekerjaan bergaji tinggi demi menuruti saran yang emosional dan menggebu-gebu. Dengan tekad memiliki bisnis sendiri, dia melepaskan pekerjaannya dengan gagah berani . Tidak perlu menunggu lama, dia akan kembali mengajukan berbagai lamaran, kali ini dengan jabatan dan gaji yang jau lebih rendah.

Membangun kekayaan tidak cukup dengan modal semangat menggebu – gebu semata. Yang lebih membuat miris, banyak juga orang yang ingin menjadi kaya dengan mengubah gaya hidupnya. Dengan berbagai cara, mereka tampil dengan gaya hidup mewah. Begitulah, niatnya sama sama ingin menjadi kaya. Niatnya sama – sama mulia. Namun, tidak semua bisa melakukannya dengan cara yang benar.

Oleh karena itulah, seorang mentor bisnis diperlukan. Dia adalah orang yang mengalami berbagai peristiwa merintis usaha, bahkan pernah mengalami kejatuhan dan bangkit kembali untuk menuai sukses. Lebih dari itu, dia bisa merumuskan metode suksesnya dan bersedia mengajarkannya kepada orang lain. Dari orang seperti inilah, kita belajar tentang bisnis. Dari dia, kita memperoleh bimbingan tentang bagaimana sukse membangun bisnis dan membangun kekayaan.

Menghadiri seminar motivasi dan strategi bisnis atau membaca buku sangat penting, tetapi tidak cukup. Kita tetap perlu seorang mentor. Bisa jadi, yang disampaikan mentor kita sama précis dengan yang pernah kita dengar dari seminar atau kita baca dari buku. Namun, rasa hormat dan percaya kita terhadap pengalaman hakiki tau pun praktisnya tidak akan pernah sama

Semoga bermanfaat 😀

Salam dari kami

Comments

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.