Call Us : 0822-1604-6700

Low Total Cost Strategy

Strategi ini berfokus pada penawaran harga yang kompetitif yang di gabungkan dengan kualitas produk yang baik dan konsisten, serta kemudahan dan kecepatan pengiriman produk, juga proses pembayaran dan klaim apabila ditemukan cacat pada produk yang ditawarkan. Jadi strategi ini bukan hanya menitikberatkan pada penawaran harga murah, tetapi juga konsistensi produk yang di tawarkan sehingga dapat meminimalkan seleuruh biaya yang harus di tanggung pelanggan / pengguna produk tersebut. Biaya ini termasuk biaya mendeteksi dan memperbaiki produk apabila terdapat kerusakan. Jadi kualitas juga merupakan hal yang penting dalam strategi ini.

Untuk mencapai proses produksi yang ekonomis, umumnya para pengguna strategi ini membatasi pilihan produkyang ditawarkan dengan menediakan jenis produk yang terbatas tetapi dapat memenuhi kebutuhan target pelanggan. Oleh karena itu pengguna strategi ini harus memiliki keunggulan dalam riset pasar agar dapat mengetahui dengan akurat produk yang paling diinginkan oleh target pelanggan di satu sisi, dan dapat mengurangi biaya produksi di sisi lain. Inovasi dari strategi ini menitikberatkan pada pengembangan proses bukan pada pengembangan produk karena para pengguna strategi merupakan product follower bukan product leader. Strategi ini membutuhkan kemampuan untuk meniru teknolohi product l eader, serta kemampuan berinovasi dalam proses konversi produk dari input menjadi output sehingga dapat diperoleh proses produksi yang efisien tetapi memliki kualitas yang bersaing.

Setelah bisnis berkembang, perusahaan juga harus unggul dalam penambahan kapasitas sehingga skala ekonomis dapat tercapai, baik dalam proses pembelian, produksi, maupun distribusi. Hal lain yang harus diperhatikanadalah menjaga hubungan jangka panjang dengan pemasok, memiliki proses operasi yang efisien dan berkualitas, distribusi yang tepat waktu, kemampuan mengelola persedian antara menjaga ketersediaan barang dengan ongkos persedian yang rendah, pelayanan purna jual yang handal dan menjaga regulatory dan social process untuk menghindari kecelakaan kerja dan kerusakan lingkungan karena dapat memberikan citra negatif pada perusahaan. Contoh perusahaan yang menggunakan strategi ini adalah LG, perusahaan elektronik di awal produksinya.

Semoga menginspirasi dan mencerahkan

Sumber : How To Create A World Class Company (Dermawan Wibisono)

Comments

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.