Call Us : 0822-1604-6700

Mengakui Kesalahan Dan Kegagalan Bukan Berarti Lemah, Itu Akan Membuat Bisnismu Terbang Lebih Tinggi

Banyak yang bertanya apa kalau untuk sukses harus mengalami kegagalan atau kebangkrutan terlebih dahulu? , jawabannya tentu tidak harus seperti itu , tidak harus mengalami kegagalan terlebih dahulu ataupun kebangkrutan , tapi masalahnya hingga saat ini kami belum menemukan seorang pengusaha sukses yang yang tidak mengalami berbagai tantangan terlebih dahulu, tidak jarang mereka mengalami kegagalan ataupun kebangkrutan yang sangat berat untuk di hadapi.

Faktor yang membedakan orang yang bisa bangkit dan tidak dari kegagalan sebenarnya satu yaitu “mengakui”. Kata “mengakui” memang mudah diucapkan tapi sulitnya minta ampun untuk dilakukan, karena ada beban mental yang harus di tanggung, yaitu takut di cap gagal oleh orang orang terdekat ataupun orang lain. Tidak jarang pengusaha yang awalnya hebat , mengalami kejatuhan yang membuat dia tidak bisa bangkit lagi akibat tidak bisa mengakui bahwa kebijakan atau langkah – langkah yang di ambil disebuah perusahaan adalah salah.

Dengan mengakui , maka indra pendengaran kita akan lebih sensitif untuk mendengar nasihat nasihat dari orang orang yang peduli terhadap kita dan bisnis kita. Mau tidak mau orang orang terdekat lebih objektif menilai sebuah bisnis yang kita jalankan daripada pemilik bisnis itu sendiri , karena penilaian atau masukannya berdasarkan data dan intelektual tanpa dibumbui emosional. Seorang founder bisnis biasanya tidak bisa objektif menilai bisnisnya sendiri karena jiwa mencintainya bisnisnya lebih tinggi sehingga kadang tidak rasional dan tidak mau mengakui bahwa perusahaan atau bisnisnya itu sedang sakit berat.  Akibatnya beban operasional yang tinggi pun bisa menggerus cadangan dana yang ada, dan tidak jarang banyak pengusaha akhirnya terllilit utang buruk yang membuat tidur tidak nyenyak dan setiap hari dalam keadaan galau.

Dari segudang permasalahan bisnis yang biasa terjadi khususnya di skala menengah ke atas biasanya omset berbanding lurus dengan permasalahan yang ditangani, seberapa besar kita bisa menghandel sebuah permasalahan. Ternyata untuk membenahinya harus di awali dengan “mengakui” bahwa kita salah atau gagal dan mau minta maaf dan akhirnya intropeksi. Dengan begitu maka sedikit demi sedikit masalah yang kompleks pun akan terurai dan akhirnya kita tahu mana yang harus diselesaikan , apa sebenarnya akar dari permasalahan yang membuat kita gagal atau salah.

Admitting You Were Wrong Doesn’t Make You Weak — It Makes You Awesome!

Comments

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.