Call Us : 0822-1604-6700

Value Equation

Nilai atau value sebuah produk melekat erat dengan harga dari produ itu sendiri. Merupakan sebuah hukum alam, produk yang memiliki value lebih tinggi ketimbang harganya menjadi produk yang akan diminati para konsumen. Di mata customer khususnya di era di mana mereka semakin pintar, konsumen memiliki ruang membandingkan dengan produk yang sejenis atau setara, melakukan riset meskipun secara kecil – kecilan, hingga mencari informasi dari teman dekat atau keluarga ketika memutuskan untuk membeli sebuah produk. Ujungnya, produk dengan nilai lebihlah yang akan menjadi pilihan mereka akhirnya.

Pada awal tahun 1980-an konsep customer value proposition (CVP) diperkenalkan oleh Michael Lanning dan Lynn Phillips. Analisis mereka adalah bahwa pelanggan melakukan pemilihan produk dari sebuah merek  dengan melihat kombinasi positif terbesar dari hasil manfaat akhir (benefit) dan harga (price), yang berujung pada value. Konsep ini sangatlah fundamental dalam kaitannya dengan harga.

Value equation mengandung unsur paradoks. Pada umumnya, konsumen haus membayar mahal untuk mendapatkanbenefit yang tinggi. Namun, di zaman konsumen yang semakin pintar, mereka menginginkan produk dengan benefit yang semakin tinggi dengan harga yang semakin rendah. Karenanya dibutuhkan pemikiran paradoks untuk menghdapai situasi ini.

Memang harus diakui bahwa untuk menciptakan dan menawarkan value yang diharapkan bukanlah hal yang mudah. Tapi, disinilah pendekatan paradoks dibutuhkan, antara lain dengan penerapan economics of scale, creative business model, dan penggunaan teknologi baru.

Disadur dari : Paradox Marketing Karangan Arief Yahya (Dirut Telkom)

Comments

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.