Call Us : 0822-1604-6700

Lepas Dari Lingkaran Setan Dalam Bisnis

Lingkaran setan adalah sebuah kata yang mengambarkan sebuah kondisi dimana sebuah permasalahan seperti siklus yang berputar. Dalam kehidupan ini banyak sekali bentuk bentuk lingkaran setan termasuk dalam dunia bisnis, seakan akan masalah yang sama tak kunjung selesai sebelum adanya perlakuan khusus.

Contoh lingkaran setan dalam bisnis atau perusahaan seperti di bawah ini :

  • Biaya operasional tinggi , maka profit akan menipis,
  • Profit menipis, karena penjualan yang menurun,
  • Penjualan menurun, maka produktifitas rendah,
  • Produktivitas yang rendah , makan biaya opersional akan tinggi.

 Pemasalahan – permasalahan yang sepertinya berputar tersebut bisa menyebabkan seorang pebisnis stress bahkan putus asa. Stress diakibatkan karena permasalahan yang datang tidak sebanding dengan kapasitas atau knowledge yang dimiliki. Salah satu hal untuk lepas dari lingkaran setan adalah dengen meningkatkan kemampuan kita dalam menghandle permasalahan , dan ternyata untuk menghandel permasalahan itu ada 4 level, dan biasanya rata rata manusia menyelesaikan masalah hanya sampai 2 level saja, tanpa memikirkan 2 level selanjutnya yang biasanya menjadi kunci atau solusi permasalahan bahkan bisa memecah lingkaran setan, 4 level tersebut adalah

  1. Level memperbaiki. Kemampuan menghandel permasalahan di level ini biasanya untuk mengatasi hal hal yang sederhana, sebagai contoh jika ada jalan yang bolong atau rusak , berarti biasanya di atasinya dengan cara menambal dengan aspal yang baru.
  2. Level Improvisasi. Kemampuan menghandel permasalahan dengan cara mencari alternatif yang lebih solutif menyambung contoh di atas Jika ternyata jalan yang bolong tersebut setiap musim hujan selalu rusak lagi , maka solusi mengaspal baru adalah bukan solusi baik, karena jika masih diterapkan tidak akan pernah menyelesaikan masalah jalan yang sering bolong, maka disini perlu pendekatan level kedua yaitu improvisasi, misalnya dengan melakukan pembetonan jalan supaya lebih kuat. Memang dalam tahap ini biasanya memerlukan reasource yang lebih tinggi atau mahal tapi biasanya selesai tanpa terulang.
  3. Level kreatif. Jika permasalahan yang terjadi tidak bisa di handel sampai level 2, maka level 3 dibutukan, bagaimana kita memikirkan solusi atau ide kreatif untuk memecah kebuntuan.
  4. Level merubah masalah menjadi peluang. Di level keempat biasanya kalau diambil akan menimbulkan kontroversi atau pro kontra. Untuk penjelasan lebih detail tentang hal ini akan di bahas di artikel yang lain.

dalam tahap tahap menyelesaikan masalah khususnya yang bersifat lingkaran setan, selain kemampuan menghandel masalah ,kadang dibutuhkan juga tambahan investasi baik itu berupa uang , tenaga ataupun waktu. Invetasi merupakan salah satu bentuk pengorbanan agar kita mendapatkan sebuah hasil “sacrifice to receive reward”.

Jika seoarang pebisnis memasukan tambahan invetasi berupa dana , berarti akan ada sebagian keuntungan yang mungkin seharusnya untuk bonus/insentif harus dibatalkan untuk dialokasikan pada investasi tambahan.  Dengan hal tersebut maka, maka perusahaan atau bisnis yang dijalankan bisa mendapatkan cash untuk memperbaiki performancenya. Cash merupakan darah bagi sebuah bisnis, dan disini pemilik bisnis di tuntut untuk berkorban.

Dengan cash tambahan maka perusahaan bisa mencari solusi bagaimana supaya perusahaan bisa lebih efisien yang akhirnya profit bisa bertambah, profit yang bertambah bisa digunakan untuk menambah chanel penjualan, dengan begitu makan penjualan akan naik. Selanjutnya dengan oenjualan naik maka diharapkan produktivitas bisa meningkat, produktivitas yang meningkat akan menurunkan biaya operasioanal.

Dengan kita berinvestasi maka akan membantu kita lepas dari jeratan lingkaran setan. Tapi apakah semudah itu ?, tentunya pada saat dilapangan banyak kendala yang terjadi , dan akar permasalahannya biasanya terletak pada tidak adanya keinginan untuk berinvestasi terlebih dahulu. Manajemen perusahaan kadang takut berinvestasi karena khawatir jika investasi tidak sesuai  harapan. Disinilah kita dituntut untuk memiliki keberanian mengambil keputusan dengan ketajaman intuisi dan data seadanya. Seoarang pebisnis harus memiliki kepemimpinan yang kuat dan memiliki kompetensi bisnis yang mumpuni. Ya , untuk memiliki kompetensi tentunya butuh investasi juga kan :)

Selamat Berinvestasi :)

Comments

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.