Call Us : 0822-1604-6700

Menerapkan Kepemimpinan Bisnis Ala Nabi Muhammad SAW (Bagian Dua)

Artikel ini adalah lanjutan dari http://www.ilhamtaufiq.com/menerapkan-kepemimpinan-bisnis-ala-nabi-muhammad-saw-bagian-satu/ 

Rasulullah dalam kepemimpinannya saat ini di sebut dengan servant leader, tipe kepemimpinan ini menjadi kunci bagaimana memecahkan permasalahan di tulisan bagian satu. Dari data 500 perusahaan besar ada angka produktivitas (detailnya saya lupa yang jelas makin besar persentase makin baik hasilnya) yang menarik untuk diamati, pemimpin dengan tipe better than great ternyata memberikan dampak sekitar 10,8% , pemimpin good to great 17,5% dan seorang servant leader dengan persentase 24,2 % . angka tersebut menunjukan bahwa tipe servant leader saat ini lebih efektif dalam memimpin sebuah usaha.

Ada 4 hal yang harus di perhatikan untuk menjadi servant leader dalam sebuah bisnis seperti apa yang dicontohan oleh Nabi Muhammad, dengan menguatkan 4 hal ini khususnya dalam pengelolaan SDM akan jauh lebih berefek positif, yaitu sebagai berikut :

1. Fokus pada solusi

Banyak orang pada saat terkena masalah fokus kepada masalah bahkan fokus dalam mencari akar permasalahan dampaknya adalah masalah itu semakin membesar. Karena prinsipnya jika fokus terhadap sesuatu hal, maka hal tersebutlah yang akan membesar, begitupun saat fokus pada solusi maka solusilah yang akan membesar, hal ini kita bias mengambil hikmah dari apa yang di lakukan Nabi Muhammad pada kisah peletakan Hajar Aswad. Pada kisah tersebut diceritakan terjadi perselisihan antar 4 kabilah yang nyaris menimbulkan pertumpahan darah, kemudian Nabi Muhammad memberikan sebuah solusi yang hebat, beliau membentangkan kain dan meletakan Hajar Aswad, dan memanggil empat kepala kabilah tersebut untuk mengangkat hajar aswad tersebut bersama sama. Keputusan tersebut memberian efek positif ke semua kabilah tanpa menyinggung siapapun (silahkan googling untuk detail kisah ini). Supaya kita terbiasa dengan fokus pada solusi maka kita harus menetapkan atau memulai dari hasil yang di inginkan. Selain itu fokuslah pada aksi dan tindak lanjut, kita harus ingat bahwa hasil besar selalu di mulai dengan langkah kecil.

2. Mengambil keputusan yang bersifat konsultatif

Untuk hal ini kita bias belajar dari kisah perang badar. Pada saat itu Nabi Muhammad yang merupakan seorang Nabi yang sangat di percaya dan semua umatnya tunduk dengan apa yang di ucapkannya, tapi pada saat akan perang badar Nabi Muhammad tetap merundingkan strategi perang kepada sahabat sahabatnya, dan pada saat ada usulan sahabat jauh lebih baik maka itu yang di ambil. Nah kadang berbeda dengan kita pada saat menjadi seorang owner bisnis, kita kadang memaksakan strategi kita walaupun ide dari bawahan jauh lebih baik dari kita karena arogansi yang kita miliki sebagai seorang owner. Ada baiknya kita bertanya ke anak buah kita, mendengarkan secara aktif apa yang mereka ungkapkan dan berikanlah tanggung jawab terhadap anak buah kita.

3. Menumbuhkan potensi anak buah

Jika seseorang di sebuah bisnis konveksi misalnya menjadi seorang pencabut benang dan pada saat pensiun masih tetap pencabut benang berarti kita bukanlah seorang servant leader karena seorang servant leader tidak akan membiarkan seseorang berada di posisi yang sama jika memiliki potensi lebih. Bagaimana kita lihat seorang sahabat Nabi yang bernama Bilal yang awalnya seorang budak bisa menjadi seorang muadzin , kita bisa belajar juga dari Nabi Muhammad yang memperlakukan Abdullah Ibnu Ummi Maktum yang terlahir buta (cerita detailnya cari aja yah, kepanjangan kalo di tulis ulang). Kita harus senantiasa menerapkan dan berprasangka bahwa semua orang / anak buah kita memliki potensi yang bisa di gali, bantu mereka temukan tujuan hidup mereka dan yakinlah bahwa perubahan itu adalah mungkin, jangan sampai karena emosional kita tidak menjadi orang bijak dan objektif dalam menilai bawahan.

4.  Mempertahankan visi

Selain dari Nabi Muhammad , kita bisa belajar juga dari Muhammad Al Fatih sang penakluk konstantinopel, bagaimana iya yakin dengan visinya (ceritanya cari lagi yah :) ). Untuk memperkuat visi kita di bisnis coba sering ceritakan atau bagikan visi kita kepada orang lain serta senantiasa selalu di visualisasikan. Buatlah kemenangan kemenangan kecil, untuk menambah kekuatan dan semangat team dalam mencapai target besar yang di tetapkan.

Demikian sharing yang saya bisa tuliskan, banyak hikmah yang kita bisa ambil selain empat hal ini dari kisah kisah teladan Nabi Muhammad dan sahabatnya, dengan menerapkan 4 hal ini saja bisnis kita akan jauh lebih baik dari sebelumnya, Insya Allah.

Semoga menginspirasi

Comments

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.