Call Us : 0822-1604-6700

Seri Bisnis Online : Bisnis Dari Garasi Hasil Maksi

Hampir 14 bulan saya tidak update blog ini dengan berbagai kesibukan diluar. Ingin rasanya meluangkan waktu lagi seperti dulu ,minimal satu minggu sekali untuk update blog ini untuk selalu berbagi pengalaman selama saya melakukan bisnis online. Mungkin saya terlalu sibuk menjadi seorang ayah bagi anak pertama yang lahir 15 mei 2014 , senang rasanya dekat selalu dan memperhatikan tumbuh kembang anak setiap harinya.

Banyak orang mengira penghasilan utama saya adalah sebagai konsultan, tapi sebetulnya saya adalah bisnis owner (jualan produk fisik) dan seorang profesional. Setahun kemarin saya berusaha merapihkan sistem di bisnis saya sendiri dan berusaha menerapkan sistem tersebut agar terhindar atau meminimalisir kegagalan pada saat akan di scale up (ditingkatkan), sistem yang di buat agar saya mudah membaca dengan baik laporan perusahaan. Dan Alhamdulillah sekarang cukup rapih dan cukup enak untuk di scale up gila gilaan.

Di tulisan ini saya tidak akan terlalu panjang lebar menceritakan setahun terakhir saya ngapain aja. Disini saya hanya ingin share pengalaman pribadi bagaimana membangun bisnis sesuai dengan judul artikel ini. Banyak kisah sukses sebuah bisnis berawal di buka dari garasi , di skala dunia beberapa perusahaan yang berawal dari garasi di antaranya adalah Dell, Microsoft, HP , Amazon, Apple , Google dan masih banyak lagi. Ternyata di Indonesia juga ada beberapa perusahaan yang berawal dari garasi dan sekarang menjadi perusahaan multinasional diantaranya Kalbe Farma, Mustika Ratu dan lain lain.

Hal di atas menunjukan bahwa memulai bisnis bisa di lakukan dimanapun tanpa harus di awali dengan sesuatu yang wah. Banyak pebisnis pemula terjebak harus memulai di tempat yang wah yang akhirnya menjadi tidak efisien, di awal saja sudah mengeluarkan uang yang cukup banyak untuk infrastruktur, belum modal kerja dan lain lain. Fenomena ini terjadi juga di sekeliling saya dimana ini terjadi justru pada pebisnis yang sudah punya pengalaman, pada saat bisnisnya tumbuh, mereka berusaha memperbesar atau menyewa tempat yang besar dan mewah dan mereka tidak mengkalkulasi apakah dengan besarnya tempat akan berbanding lurus dengan produktivitas, dan ternyata mereka pun salah mengkalkulasi karena keputusan yang di ambil adalah emosional semata ,akhirnya mereka pun jatuh. Bukannya tidak boleh memperbesar atau berpindah ke tempat yang lebih bagus, sah sah saja selama berbanding lurus dengan produktivitas. Ingat fokus bisnis sebetulnya adalah “menciptakan” Cash , seberapa besar cash sehat yang kita bisa miliki salah satunya di ukur dari seberapa pandainya kita menekan biaya biaya yang tidak menunjang kepada produktivitas. Omset besar tidak menjamin kita mendapatkan cash yang besar pula jika kita tidak bisa mengefisiensi proses proses dalam berbisnis.

Di era digital sekarang ini semua orang memiliki kesetaraan informasi dan itu artinya semua orang memiliki kesetaraan untuk meraih kesuksesan secara finansial. Banyak orang memulai bisnis online di gang kecil, di kamar kosan ataupun di sebuah garasi yang ternyata secara hasil (baca : Cash) mereka mampu mengalahkan pemain pemain lama yang sudah membangun bisnis konvensional mereka bertahun tahun. Hal ini terjadi karena bisnis dengan menggunakan internet marketing atau sekarang kerennya di sebut digital marketing mampu mengefisiensi banyak hal salah satunya adalah tempat yang tidak perlu strategis. Dahulu sebelum era digital, mungkin hanya orang yang memiliki uang banyak bisa menggunakan metode metode pemasaran strategis seperti iklan di Baligo, Radio dan TV. Tapi sekarang di era digital/internet siapun bisa menggunakan media/ metode pemasaran strategis tanpa memandang status ekonomi, karena cukup dengan “tau caranya” semua orang bisa menggunakan media strategis tersebut. Banyak pebisnis sukses di dunia online tidak punya modal besar pada awalnya, bahkan mereka bisnis online saat susah dan dengan tumpukan utang yang banyak di skala mereka.

saya sangat suka dengan pernyataan William Tanuwijaya Co-Founder Tokopedia

“Generasi internet adalah generasi yang paling beruntung. Karena hanya generasi internetlah yang memungkinkan siapa saja — termasuk underdog, untuk menantang status quo, melawan ketidakmungkinan, dan bertahan, kemudian menang,” kata Wiliam diacara Smart Outlook 2015, Jakarta.

Ilham Taufiq Berkunjung Ke Tokopedia

Dari kiri ke kanan : Saya, Oswin, William, Bramantya, Rein. Lupa bulan dan tahunnya saya berkunjung kesana yang jelas sebelum di invest 1,2 T aja 😀 hahahaha

Ada banyak jenis bisnis online, tapi saya akan share mengenai apa yang saya jalani yaitu jualan produk fisik atau istilahnya toko online, saya memulai toko online sudah lama sekitar tahun 2011, pada saat itu bisnis konvensional saya lagi bangkrut. Karena saya tidak terlalu jago SEO saya memilih jualan di social media, kala itu belum terlalu banyak juga pemain toko online di social media. Pemasaran menggunakan social media bagi saya pribadi saya definisikan sebagai sebuah seni bagaimana kita memanfaat kan audience atau user yang awalnya menggunakan social media untuk update status, chating dengan teman dll ,kita alihkan menjadi buyer produk yang kita tawarkan. Di awal saya sudah menyatakan sebauh seni, berarti bukan cara yang menggagu orang yang biasa di sebut dengan spamming.

Sebuah platform social media jika sudah mengeluarkan fitur iklan , mau tidak mau kita juga harus belajar teknik beriklan di social media karena ada kecendrungan polanya akan berubah secara organik. Contohnya yang terbaru pada saat twitter di tahun 2015 ini membuka twitter ads secara terbuka di Indonesia, karena pada tahun tahun sebelumnya hanya segelintir orang/brand yang bisa menggunakan fitur ini. Mau tidak mau yang biasa berjualan di twitter harus belajar juga mengoptimasi iklan di platform ini, jika tidak akan berbahaya sekali, karena biasanya mereka akan mengurangi jangkauan secara organik.

Permasalahan awal orang yang berbisnis terlepas dari itu bisnis online ataupun offline, tahap pertama biasanya permasalahan yang harus di selesaikan adalah pemasaran atau penjualan. Penting sekali untuk pemula berusaha semaksimal mungkin agar bisa “Pecah Telor” (berhasil menjual pertama kali) supaya semangat bisa terjaga, oleh karena itu yang harus di pelajari pada tahap ini adalah bagaimana mendatangkan pengunjung/traffic. Di tahap selanjutnya setelah jualannya atau mendatangkan traffic, yang harus di pecahkan adalah ketersedian produk, karena tak jarang banyak masalah disini, klasik sekali alasannya banyak yang mau beli tapi barang ga ada. Maka yang berperan dalam menyelesaikan permasalahan ini adalah aktivitas sourcing (mencari/membuat barang untuk dijual) .

Setelah hal di atas bisa teratasi maka yang harus di lakukan adalah bagaimana membuat sistem menjadi lebih rapih , apalagi jika ternyata sudah membutuhkan karyawan untuk membantu bisnis kita. Menurut mantan CEO perusahaan multinasional (kebetulan saat itu saya sama beliau satu panel mengisi seminar), makin besar sebuah bisnis maka investasi sesungguhnya bukanlah di barang, marketing dan lainnya, tetapi akan di sadari sebetulnya invetasi itu ada di SDM (sumber Daya Manusia). Saya tentunya sangat setuju dengan pernyataan beliau, karena sistem sehebat apapun kalo SDM nya error maka error juga ujung ujungnya. Dalam merekrut sebuah tim tentunya ada cara tersendiri , dari mulai cara sederhana sampai pakai tes dan wawancara.

Di tingkat tertentu untuk memperbesar toko online minimal ada 3 faktor yang harus di perhatikan dan tentunya harus senantiasa selaras. Menurut saya 3 faktor tersebut adalah strategi pendanaan , sourcing/merchandizing/stock dan SDM. Untuk bahasan mendalam tentang 3 faktor ini saya akan tulis di artikel lain. Karena ternyata cape juga nulis panjang panjang , akibat terlalu lama gak nulis :D. Karena ini tulisan pertama saya di tahun 2015 dan pas di bulan Ramadhan tepatnya di hari ke empat.

Saya beserta keluarga mengucapakan selamat menunaikan ibadah shaum.

Salam.. semoga sukses selalu

Comments

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.